Pemikiran seorang pelajar
“Sekolah,
belajar, lulus, kerja, menikah, bahagia, dan meninggal. Itu adalah hidup? Gue rasa hidup tidak tidak sesimple itu kawan..
hahaha.” itulah yang gue pikirkan diatas pohon ini.
Nama gue Dika Maulana, gue sedang bersandar diatas
rumah pohon ini. Sambil memikirkan apa yang ada dipikiran gue, gue juga
menjawabnya sendiri sambil merenungkan. Mungkin ini sedikit aneh, tapi beginilah
gue, terkadang suka memikirkan pertanyaan yang bisa dibilang aneh, haha.
“Mengapa kita hidup?” pertanyaan
itulah yang sering kali gue pikirkan. Walaupun tidak pasti, gue mengetahui
sedikit tentang jawaban dari pertanyaan itu. Dan mungkin, jawabannya adalah
karena “Takdir”. Gue rasa tuhan adil, dia ingin ciptaannya bahagia. Dari yang
sudah ada sampai yang belum lahir. Dan mungkin kita lah yang termasuk dalam
kategori belum lahir. Tapi, kita sudahlah lahir sekarang.
Tuhan ingin kita bahagia, tentu
dengan rencanya yang tidak bisa kita tebak, namun sangat sempurna. Walaupun nasib
buruk sering menghantui gue, gue tetap akan percaya, bahwa tuhan menciptakan
kita beserta keadaan yang kita yang sekarang dengan tujuan tertentu.
“Yo! Dika! Turun
lu! Jangan ngendok mulu diatas! Udah kayak burung lu! Hahaha.” kata Nofal sambil
ngeledek.
Nofal
adalah sahabat gue dari SMP, sampe SMA sekarang ini.
“Males gue! Lu aja sini yang keatas,
anginnya sejuk, men.”
Menikmati
sabtu pagi diatas rumah pohon memang enak banget, karena didaerah gue pohonnya
banyak yang belum ditebang. Terkadang gue merasa miris sama Negeri ini, kenapa
banyak pohon yang harus ditebang demi industri? Padahal perindustrian di
Indonesia sudah cukup banyak menurut gue. Tapi balik kepemikiran awal, mungkin
tuhan merencanakan sesuatu yang indah. Hehe, keep calm and positif thinking!
Dia
naik kerumah pohon, dan gue pengen nanya apa yang ada didalem tas dia.
“Fal, apaan tuh didalem tas lu? Gede
banget kayaknya.”
“Ini laptop gue, Yo! ada yang pengen
gue kasih tau.”
“Apaan? Muka lu gak usah cengar
cengir kali, biasa aja.”
“Lu tau Airin? Adek kelas kita, dari
kelas X-2 !”
“Iya gue tau, kenapa? Lu suka yah
sama dia?”
“Yoi, yo! gak usah muna deh lu, lu
juga suka kan sama dia? Hahaha.”
Selepas dari pandangan gue yang
‘mungkin’ kelewat jauh, tapi walaupun gitu gue masih normal kok. Sebagai seorang
pria sejati, wajar lah kalau suka sama cewek yang cakep, apalagi Airin juga
katanya pinter, idaman banget tuh. hahaha.
Tapi selepas dari pandangan gue yang
normal itu, gue punya pandangan lain yang mungkin gak semua cowo punya. “Gue
Bangga Jadi Jomblo!” yap, itu adalah pandangan gue selama ini. Seenggaknya
prinsip itu bakal bertahan sampai gue punya penghasilan sendiri.
Keren? Yoi! Walaupun kedengerannya
sedikit naif, tapi gue tetap akan berusaha mempertahankan prinsip gue. Karena
gue beda dari cowo yang lain. Seenggaknya gue percaya, walaupun gue punya pacar
dan membuatnya bahagia, tapi pake duit ortu? Itu nggak keren kawan. Mangkanya
gue bakal pertahanin prinsip gue itu setidaknya sampai gue sukses. Dan
kesuksesan itu bukan omongan belaka. Sukses juga butuh kerja keras!
“Terus, lu mau gue ngapain?”
“Bantu gue, yo!”
“Gokil lu men, nyuruh saingan lu
sendiri buat ngebantu dapetin gebetannya. Haha.”
“Jadi udah diputuskan kan? Lu bantu
gue, yo! Tenang, lu bakal jadi orang pertama yang gue kasih PJ! Hahaha.”
“Sial lu, men. Tapi inget ya, jangan
terlalu berharap. Nanti kalau ditolak sakit loh.”
“Ya, gue tau kok. Tenang aja.”
Dia ngomong lebih santai dari
sebelumnya, sambil menatap ke arah pohon yang bergoyang ditiup angin. Kayaknya
dia udah mikirin hal ini mateng mateng. Tapi walaupun begitu gue tetap sama
prinsip gue. Dan sebagai sahabat, gue hanya bisa berdo’a yang terbaik buat
dia...
“Jadi, apa rencana lu, men?”
“Yoyoyo... gue gak boleh gegabah, gue butuh
persiapan sebelum bikin rencananya.”
“Jadi, apa persiapan lu?”
“Kita tunggu hari senin, gue setidaknya butuh
3-5 hari untuk melihat situasi, yo!”
Ya, itulah Nofal. Dia punya cara berfikir yang
hampir sama dengan gue. Berfikir sebelum bertindak. Dan selalu berhati-hati,
dan berusaha sebaik mungkin. Tapi tetap saja, Tuhan yang akan menentukan
hasilnya.
“Ntar dulu, kalo nanti rencana lu gagal
sebelum dibuat gimana?” Tanya gue.
“Hmm, iya juga yo.. gue butuh rencana cadangan
didalam rencana yang belum jadi.” Kata dia, sambil menutup mulut seperti orang
yang sedang berfikir.
“Ah, gue tau! Gimana kalau rencananya gagal,
ini bakal jadi rencana gue buat PDKT sama Airin?” Jawab gue sambil cengar
cengir.
“Ha-ha-ha *ketawa gak niat*, bercanda lu
garing, yo.” Dia ngebales sambil natap jijik.
“Ohh, ok” jawab gue datar.
*Hening
sejenak*
“Ok, balik ke topik sebelumnya. kalau lu udah
dapet ide gimana tuh?” kata gue, memecahkan keheningan.
“Gue kasih tau ke lu, yo. Kita kan sebangku, jadi
gak bakal susah lah buat ngasih tau lu rencana gue.”
“Hmm, ok. Gue ngerti.”
Lalu terjadi sebuah keheningan lagi,
dan kita menyetel lagu dari laptop dia. Gue sih sambil mikir, Airin? Hmm, dia
adalah adik kelas gue. Dan kayaknya sih dia emang agak populer. Tadi gue bilang
dia cewe idaman kan? Apa gue berfikir untuk macarin dia? Kayaknya nggak mungkin
deh, nggak mungkin dia nerima gue yg biasa-biasa aja.
#Koment untuk masukannya kawan!
#Koment untuk masukannya kawan!
#JombloKeren #Fiksi #Part 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar